(Humas IAIN Curup) Bengkulu – Wakil Rektor II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum., menjadi salah satu pembicara pada The 1st Annual International Conference on Islamic Studies, Society, and Humanities (ICISSH 2026) yang diselenggarakan di Aula Prof. Djamaan Nur, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Rabu (15/07/2026).
Konferensi internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan studi Islam, ilmu sosial, humaniora, serta tantangan dan peluang yang muncul di era transformasi digital.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairudin Wahid, M.Ag., dan Direktur Pascasarjana UINFAS Bengkulu, Prof. Dr. H. Zubaedi, M.Ag., M.Pd. Selanjutnya, peserta mendapatkan paparan dari sejumlah narasumber internasional, di antaranya Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. dari Carthage College, Wisconsin, Amerika Serikat, serta Dr. Celal Akar, President of Hayrat Foundation, Turki for Indonesia.
Selain itu, konferensi juga menghadirkan pembicara undangan dari berbagai institusi, yakni Prof. Safnil Arsyad, Ph.D. dari Universitas Bengkulu, Muhamed Muhsin dari Sunanul Huda Institute for Integrated Studies, Kerala, India, serta Dr. Sakut Anshori, S.Pd.I., M.Hum. dari IAIN Curup. Kegiatan dipandu oleh M. Arif Rahman Hakim, Ph.D., akademisi UINFAS Bengkulu yang juga merupakan Visiting Scholar di Ohio State University.
Dalam pemaparannya, Dr. Sakut Anshori mengangkat tema yang berkaitan dengan ilmu linguistik dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI harus dipahami secara proporsional sebagai alat bantu yang dapat mendukung produktivitas manusia, bukan sebagai pengganti peran manusia itu sendiri.
"AI tidak bisa menggantikan peran manusia. Kecerdasan buatan hadir untuk membantu manusia memperoleh ide, mempercepat proses kerja, dan mendukung berbagai aktivitas akademik maupun profesional. Namun demikian, kemampuan berpikir kritis, nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta kebijaksanaan tetap menjadi domain yang dimiliki manusia," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Sakut menjelaskan bahwa ilmu linguistik memiliki ruang kajian yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada komunikasi antar manusia. Menurutnya, pendekatan linguistik juga memiliki kontribusi penting dalam memahami berbagai konsep keagamaan dan teologis.
"Ilmu linguistik, seperti telaah semantik dan pragmatik, tidak hanya terbatas pada komunikasi manusia, melainkan juga digunakan untuk memahami konsep-konsep teologis seperti wahyu, doa, dan eskatologi dalam agama. Melalui pendekatan linguistik, umat manusia dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap literatur suci dan berbagai hakikat transendental yang berkaitan dengan kehidupan setelah dunia," jelasnya.
Pemaparan tersebut mendapat perhatian dari peserta konferensi karena menghubungkan perkembangan teknologi modern dengan disiplin ilmu humaniora dan keislaman secara komprehensif. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan studi keislaman menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjawab tantangan zaman.
Partisipasi IAIN Curup dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat kontribusi akademik di tingkat nasional maupun global. Kehadiran Wakil Rektor II sebagai pembicara tidak hanya menjadi representasi kapasitas akademik sivitas IAIN Curup, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi ilmiah dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional.
Melalui keikutsertaan dalam ICISSH 2026, IAIN Curup berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan studi Islam, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan yang berlandaskan nilai-nilai etika dan kemanusiaan. Selain itu, forum internasional semacam ini diharapkan mampu memperkuat posisi IAIN Curup sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, aktif dalam percaturan akademik global, serta berkomitmen melahirkan sumber daya manusia yang unggul, moderat, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Penulis: Pauzar Putra Utama
Editor: Ibnu Amin
Fotografer: Annizar