(Humas IAIN Curup) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup secara resmi melepas 889 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII Tahun 2026 dalam sebuah upacara yang berlangsung di Lapangan Masjid Kampus, depan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Kamis (16/07/2026). Pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa IAIN Curup di berbagai desa yang tersebar di Kabupaten Rejang Lebong.
KKN Angkatan VII IAIN Curup akan dilaksanakan selama 45 hari, terhitung mulai 17 Juli hingga 30 Agustus 2026, dengan lokasi pengabdian di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan pelepasan dihadiri dan dilakukan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Taman, S.P., M.Si., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Sagiman, M.Kom., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Mirzon Daheri, S.Ag., M.Pd., jajaran LPPM, Dekan, Ketua Program Studi, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Ke VII IAIN Curup.
Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN tampak siap menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat dengan membawa semangat pemberdayaan dan kolaborasi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III IAIN Curup, Dr. Sagiman, M.Kom., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang telah memberikan dukungan serta membuka ruang bagi mahasiswa IAIN Curup untuk melaksanakan KKN di desa-desa wilayah Rejang Lebong.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang telah menerima dan mengizinkan mahasiswa IAIN Curup melaksanakan KKN di berbagai desa selama 45 hari ke depan. Kami juga memohon arahan, bimbingan, dan pengawasan dari pemerintah daerah agar pelaksanaan KKN ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Sagiman berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
"Kegiatan ini merupakan momentum untuk merasakan pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, pada akhirnya kalian akan kembali hidup dan berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, gali potensi yang ada, lihat apa yang bisa dikembangkan, bangun kekompakan tim, jaga disiplin, dan jadilah mahasiswa KKN yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Taman, S.P., M.Si., mewakili Bupati Rejang Lebong, menyampaikan bahwa program KKN merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam KKN merupakan generasi terpilih yang diharapkan mampu menjadi mitra pembangunan serta membawa inovasi dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
"Dalam pelaksanaannya nanti, kami berharap mahasiswa KKN mampu merangkul pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, serta para pemuda dan pemudi setempat sehingga seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga sopan santun, etika, serta nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
"Jaga sikap dan perilaku selama berada di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Curup memiliki karakter yang baik, mampu beradaptasi, dan fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang bermanfaat," tambahnya.
Setelah prosesi pelepasan selesai, seluruh mahasiswa KKN Angkatan VII langsung diberangkatkan menuju lokasi penempatan masing-masing sesuai pembagian yang telah ditetapkan oleh LPPM IAIN Curup.
Melalui program KKN Angkatan VII ini, IAIN Curup berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sosial, pendidikan, dan lingkungan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, membangun kolaborasi yang harmonis dengan berbagai elemen desa, serta menghadirkan program-program inovatif yang berdampak bagi kemajuan masselama TVt dan pembangunan daerah Kabupaten Rejang Lebong.
Penulis: Pauzar Putra Utama
Editor: Ibnu Amin