Back to News
News

Delegasi MPI IAIN Curup Raih Penghargaan Nasional pada Temu Tahunan XIII PPMPI Indonesia

Admin
30 Juli 2026
Berita Kampus
Delegasi MPI IAIN Curup Raih Penghargaan Nasional pada Temu Tahunan XIII PPMPI Indonesia

(Humas IAIN Curup) - Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan berpartisipasi aktif dalam Temu Tahunan XIII Pengurus Pusat Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia yang dirangkaikan dengan International Annual Conference on Islamic Education Management, pada 22–24 Juli 2026 di Utama Raya Beach & Resto, Banyuglugur, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global,” kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para akademisi dan pengelola Program Studi MPI untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap transformasi digital dan tuntutan global.

IAIN Curup mengirimkan delegasi yang terdiri dari Prof. Dr. Murniyanto, Prof. Dr. Lukman Asha, M.Pd.I., Dr. Hj. Jumira Warlizasusi, M.Pd., dan Jenny Fransiska, M.Pd. Kehadiran delegasi IAIN Curup menjadi perhatian tersendiri karena tampil kompak mengenakan busana adat Rejang Lebong, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan identitas daerah Bengkulu pada forum akademik nasional.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 110 peserta yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia. Sebanyak 98 peserta merupakan pimpinan dan perwakilan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai daerah.

Keikutsertaan IAIN Curup tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga berhasil mengukir prestasi melalui PPMPI Award. Prof. Dr. Lukman Asha, M.Pd.I. menerima penghargaan sebagai Dosen Produktif Buku, sedangkan Dr. Hj. Jumira Warlizasusi, M.Pd. meraih penghargaan sebagai Best Presenter ACIEM ke-8. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas dedikasi dan kontribusi sivitas akademika IAIN Curup dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam di tingkat nasional.

Selain meraih penghargaan, delegasi IAIN Curup juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jejaring akademik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah PTKIN maupun perguruan tinggi swasta. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan kelembagaan.

Sebagai penyelenggara, Pengurus Pusat PPMPI Indonesia menghadirkan berbagai agenda strategis yang membahas masa depan Program Studi MPI di era transformasi digital. Universitas Nurul Jadid (UNUJA) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Umum PPMPI Indonesia, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini menuntut Program Studi MPI untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat, serta dinamika global yang semakin kompleks.

Pada kesempatan yang sama, PPMPI Indonesia juga meluncurkan kurikulum baru Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang diharapkan menjadi acuan pengembangan MPI di seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kurikulum tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi lulusan, mengimplementasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), meningkatkan relevansi pembelajaran, serta memperluas daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Rektor Universitas Nurul Jadid, Dr. Najiburrahman, M.Ag., M.Pd., sebagai tuan rumah dalam pertemuan ini mengajak seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi tanpa membedakan status kelembagaan.

"Demi kemajuan pendidikan di Indonesia, jangan ada upaya memecah belah antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Semua harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Pada sesi utama, Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Dr. Asro’i, M.Pd., memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini. Ia menjelaskan bahwa meningkatnya usulan pendirian perguruan tinggi baru berdampak pada semakin ketatnya persaingan dalam memperoleh mahasiswa baru. Selain itu, perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan tinggi.

"AI seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi, bukan untuk melakukan cheating atau plagiarisme," ujarnya.

Melalui forum ilmiah ini, para peserta juga merumuskan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat kolaborasi antarprogram studi, meningkatkan kualitas kurikulum, memperluas kerja sama internasional, serta mendorong lahirnya riset-riset yang berdampak bagi masyarakat.

Partisipasi aktif serta prestasi yang diraih delegasi IAIN Curup pada Temu Tahunan XIII PPMPI Indonesia menjadi bukti komitmen institusi dalam mendukung penguatan mutu akademik, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan jejaring kerja sama nasional dan internasional. Kehadiran IAIN Curup pada forum ini juga semakin menegaskan eksistensi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam sebagai bagian dari perguruan tinggi yang terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui keikutsertaan dalam forum nasional ini, IAIN Curup berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat menghasilkan berbagai inovasi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama antarlembaga diharapkan mampu memperkuat daya saing Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, meningkatkan kualitas lulusan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mendukung langkah strategis IAIN Curup menuju Universitas Islam Negeri (UIN) yang Berdampak dan Berkemajuan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan kearifan lokal.

Penulis: Pauzar Putra Utama 

Tag

kemenagberdampak iaincurup KemenagRI